Banyak Masjid Mewah dan Hanya Dijadikan Tempat Wisata, Akhir Zaman Semakin Dekat

turki

Sumber Foto dari 3.bp.blogspot.com

Masjid adalah sebuah tempat ibadah bagi umat Muslim, selain menjadi tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kegiatan-kegiatan bagi umat Muslim, seperti dakwah, perayaan hari raya, diskusi, tempat belajar Al-Qur’an dan lainnya.

Di zaman ini, seringkali masjid menjadi tempat yang hanya disinggahi saja, atau dengan kata lain masjid hanya menjadi tempat wisata bagi orang-orang, apalagi ketika masjid dengan arsitektur yang indah selalu menjadi tempat favorit untuk dijadikan tempat wisata, bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan di berbagai belahan dunia.

Ibnu Mas’ud berkata bahwasannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya salah satu tanda kiamat adalah bila masjid-masjid dianggap sebagai jalanan.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa: “Kiamat tidak akan terjadi sehingga orang-orang bermegah-megahan dengan masjid-masjid.”(HR. Ahmad)

Inilah salah satu fenomena akhir zaman yang telah diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu ketika masjid sudah dianggap sebagai tempat rekreasi dan hanya dijadikan sebagai jalan untuk lewat.

Ketika masjid telah dihias sedemikian rupa hingga membuat setiap mata yang memandangnya terkagum-kagum, maka secara perlahan peran dan fungsi masjid telah bergeser menjadi semacam tempat hiburan dan rekreasi.

Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan masjid sebagai tempat untuk beribadah (shalat dan dzikir) kepada-Nya. Sehingga orang-orang yang mendatanginya adalah mereka yang memiliki kerinduan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan melampiaskan kerinduannya dalam bentuk sujud dan ruku.

mesjid-kubah-emas

Sumber Foto dari bandung.panduanwisata.id

Hanya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yang berhak untuk memakmurkan masjid dengan shalat dan dzikir. Selain mereka tentu enggan untuk melakukannya. Maka, menjadi sangat wajar jika kedatangan orang-orang yang hanya ingin sekedar ‘melihat-lihat’ kemegahan masjid, jauh dari sifat mulia dan tidak akan mampu memakmurkan masjid.

Kedatangan para ‘pelancong masjid’ layaknya para artis yang berkunjung ke sebuah tempat hiburan. Kekaguman mereka bukan ditujukan kepada Allah yang telah memberikan berjuta-juta kenikmatan kepada mereka, melainkan kagum kepada arsitek dan perancang masjid yang dibangun.

Kesibukan para wisatawan bukan pada ibadah apa yang terbaik jika berada di dalam masjid, melainkan pada; berapa biaya yang dihabiskan untuk membangun masjid, siapa desainer dan perancangnya, bahan apa saja yang digunakan dalam pembangunan, dan beragam pertanyaan yang sama sekali tidak berhubungan dengan ibadah.

Yang pertama kali dilakukan para wisatawan bukan melakukan shalat sunnah tahiyyatul masjid dua rakaat, akan tetapi yang mereka lakukan adalah mengeluarkan kamera digitalnya untuk memotret seluruh ruangan masjid dan berpose di beberapa sudut masjid. Ironis.

Baca juga:

Loading...

Advertisement:

Loading...