Ternyata Dulu Ratu Austria Memakai Hijab dan Cadar. Sekarang Eropa Malah Melarang Memakai Hijab Bagi Muslim

Niqab_Elisabeth1-2y26gog3djlgr80pqtea68

Sumber Foto dari bintang.com

Semenjak tahun 2009, hampir semua negara-negara Eropa melarang Muslimah menggunakan burqa/niqab/cadar atau penutup wajah. Larangan ini bahkan dikuatkan dengan undang-undang. Mengenakan burqa (niqab) di lokasi-lokasi umum akhirnya resmi menjadi barang terlarang di Begia, Prancis, bahkan di berbagai negara Eropa.

Aturan pelarangan mengenakan cadar dibeberapa negara Eropa memang sudah diberlakukan sejak beberapa tahun kebelakang, walaupun sebenarnya tak sedikit orang yang menentang aturan tersebut. Dan kini ditengah pelarangan mengenakan cadar, sebuah video dokumenter yang belum lama ini beredar di dunia maya menghebohkan netizen.

Dalam video dokumenter tersebut memperlihatkan Ratu Austro-Hungaria Elisabeth, yang juga dipanggil “Sisi”, istri Kaisar Franz Joseph I juga menggunakan niqab/cadar untuk menutupi wajahnya dari publik.

Selain Sisi, para wanita bangsawan Austria juga terlihat menutupi wajahnya dengan cadar. Bagi publik Austria, ratu, tak layak dipertontonkan wajahnya di hadapan para rakyatnya.

Kemungkinan, baju yang dikenakan ini hanya tradisi adat mereka kala itu atau boleh jadi tradisi ini mengikuti kebiasaan kaum Muslimah karena saat itu era Kekhilafahan Utsmaniyah kaum Muslimin mendominasi dunia, layaknya tradisi dan kebudayaan Barat saat ini.

Namun apapun kemungkinanannya –baik hanya kebetulan atau tidak—setidaknya Kaisar Franz Joseph tak pernah merisaukan baju, sebagaimana negara-negara Eropa saat ini yang nampaknya seolah ‘ketakutan’ dengan pakaian Muslim.

Dalam Islam seorang wanita menutup wajahnya adalah satu perkara yang diperintahkan Allah di dalam Kitab Suci-Nya dan Sunnah Nabi-Nya serta disepakati (ijma’) oleh kaum Muslimin, secara amaliyah, di hampir semua negara Muslim sampai saat ini.

Ketika Islam memerintahkan jilbab dan hijab, itu bukan karena wajah wanita atau rambutnya buruk yang harus disembunyikan, tetapi Islam telah memerintahkan jilbab dan hijab karena wajah perempuan dan rambutnya itu indah yang dapat memikat hati laki-laki yang melihatnya dan merangsang perasaan seksualitasnya yang normal. Maka jilbab disyariatkan untuk melindungi perempuan dari pelecehan seksual dan p*******n laki-laki, dan untuk melindungi orang-orang dari : stimulasi dan induksi perzinaan. Oleh karena itu wanita tua yang sudah udzur tidak diwajibkan berhijab sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Qur’an. Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa hijab disyariatkan sebagai pelindung wanita dan laki-laki fasiq.

Allah berfirman:Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[*] ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS al-Ahzab: 59)

Baca juga:

Loading...

Advertisement:

Loading...